Pembuat Agenda Presiden 3 Periode Ingin Menjerumuskan Jokowi?

Pembuat Agenda Presiden 3 Periode Ingin Menjerumuskan Jokowi?

Jokowi rasakan dijerumuskan disaat beberapa orang disekitarnya ada yang mengembuskan pandangan saat jabatan presiden bakalan 3 periode.

Menyikapi bab masukan saat jabatan Presiden hingga 3 periode, Presiden Jokowi rasakan dikerjai serta dijerumuskan. Pandangan yang tampak ini sebagai sisi dari ide poker88 amandemen UUD 1945.

“Sejak awal udah saya berikan kalau saya produk penentuan langsung. Kala itu, waktu ada impian amandemen, apa jawaban saya? Buat masalah haluan negara, jangan melebar ke mana-mana, ” kata Jokowi.

Seperti yang didapati awal mulanya, saat jabatan presiden sempat gak terbatas (pada jaman Orde Baru) , lalu diamandemen cuma 2 periode (jaman Reformasi) , kesempatan ini tampak pandangan 3 periode.

Pandangan lain pun tampak dalam penentuan Presiden kembali melalui MPR, seperti yang sempat diungkapkan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) . Menurut Bamsoet, gagasan itu didapatnya dari masukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kenyataannya begitu kan? Presiden di ambil MPR, presiden 3 periode, presiden 1 kali 8 tahun. Seperti yang saya berikan. Jadi, lebih baik tidak perlu amandemen (UUD 1945) , ” makin Jokowi.

Konsentrasi amandemen UUD 1945 ini menurut Jokowi udah mulai melebar ke mana-mana. Jadi fokusnya tampak seperti melanggengkan kekuasaan yang sekarang ini digenggamnya. Meskipun demikian Jokowi tak mengatakan dengan cara jelas, siapa faksi yang ditudingnya tengah mencari muka.

Kata Warren Buffett Tentang Pernikahan yang Membuatmu Sukses

“Ada yang ngomong presiden di ambil 3 periode, itu ada 3. Mau menampar muka saya, mau mencari muka, walaupun sebenarnya saya miliki muka. Ke-tiga mau menjerumuskan. Hanya itu, udah saya berikan, ” tambah Jokowi.

Perihal ini bertambah dijelaskan dengan kicauan Jokowi melalui account Twitternya.

Menurut Asrul Sani, Wakil Ketua MPR, menambahkan jabatan presiden masih tentang pandangan saja. Ditambah lagi MPR pun belum melaksanakan audiensi ke beberapa tokoh penduduk bab amandemen UUD 1945.

Meskipun demikian, Asrul Sani menolak apabila pandangan menambahkan periode jabatan presiden itu berasal darinya.

“Ini bukan saya yang melayangkan. Ini ada yang memberikan begini, bila gak salah dimulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem, ” kata Asrul Sani.

Pandangan ini keluar ke publk dari pengakuan Saan Mustofa, Sekretaris Fraksi Nasdem, pada 26 November 2019. Kala itu Mustofa menyaksikan bila presiden yang udah baik seharusnya dilanjut. Terpenting bila apa yang diselesaikan udah hebat.

“Jadi umpamanya gini. Bila kita miliki seseorang presiden yang baik, yang hebat, nyata-nyatanya umpamanya programnya belum tuntas, mendadak saat jabatannya habis, kan sayang. Disaat berpindah bakal rubah peraturan, kesinambungannya kan berhenti, ” kata Mustofa kala itu.

“Makanya ada pandangan, mengapa kita gak membuka pandangan satu periode berubah menjadi tiga periode? ” kata Mustafa.

Wah, gak sekaligus seumur hidup sekaligus nih? Kan cuman pandangan ini. Bila diprotes, tinggal menyebutkan saja, masih dikupas.

1 thought on “Pembuat Agenda Presiden 3 Periode Ingin Menjerumuskan Jokowi?

BACK TO TOP
Skip to toolbar